SEKILAS TENTANG PEMANTAUAN BENDUNGAN

Oleh : Andrijanto, Rahmat Sudiana

Bendungan direncanakan dan dibangun untuk mendapatkan tampungan air, yang secara umum dimanfaatkan untuk beberapa kegunaan antara lain untuk: irigasi, air baku air minum & industri, pembangkit tenaga listrik, pengendalian banjir, pariwisata dan manfaat lain. Disamping manfaat tersebut terkandung suatu bahaya besar jika terjadi suatu kegagalan bangunan bendungan, sehingga kehandalan dan keselamatan bendungan adalah hal yang sangat penting. Untuk menghindari potensi korban jiwa, kerusakan bangunan, dan kerugian lainnya akibat bobolnya bendungan, diperlukan data yang cukup. Data tersebut antara lain diperoleh melalui aktivitas yang disebut pemantauan bendungan.

Pemantauan secara berkala, metoda observasi berulang serta pencatatan mengenai perilaku bendungan dengan bantuan instrumentasi atau peralatan lain, adalah suatu hal yang perlu dilakukan, agar bendungan dapat beroperasi secara efisien dan aman serta berkelanjutan. Data hasil pemantauan dapat menggambarkan perilaku suatu bendungan, sehingga gejala-gejala yang akan terjadi dapat diketahui secara dini.

Apa saja yang dipantau dan seberapa sering pemantauan dilakukan? Secara umum hal-hal yang perlu dipantau dibagi dalam: (1) air dan ikutannya (air waduk, rembesan, air tanah, tekanan air pori), (2) gerakan dan pergeseran bendungan, (3) getaran (gempa, gelombang), dan (4) klimatologi seperti kecepatan angin, suhu, penguapan, dan hujan. Siklus pemantauan dapat berbeda untuk masing-masing keperluan. Sebagai contoh: pengamatan klimatologi dilakukan harian, sedangkan pemantauan pengukuran pergerakan permukaan di suatu titik pantau dapat bersifat bulanan.

Bagaimana pemantauan bendungan di PJT II?

Pemantauan bendungan dilaksanakan oleh Seksi Monitoring Bendungan di bawah Sub Divisi Bendungan – Divisi IV. Pemantauan dibagi ke dalam 2 urusan, yakni Urusan Topografi yang bertanggung jawab memantau pergerakan permukaan bendungan dan Urusan Instrumentasi yang memantau pergerakan internal bendungan, tekanan air pori, rembesan, klimatologi dan percepatan akibat gempa. Hasil pemantauan kedua urusan tersebut kemudian diolah oleh Urusan Pengolahan Data.

Berikut ini foto pemantauan bendungan:

pemantauan bendungan

Dari kiri ke kanan foto sumur pengamatan, pengukuran rembesan, dan pengukuran topografi.

Pemantauan dilaksanakan tidak hanya di bendungan utama, tetapi juga secara periodik dilakukan pada bendungan pelana Ubrug, Ciganea dan Pasir Gombong. Disamping menggunakan instrumen, pemantauan dilakukan melalui inspeksi visual yang dilaksanakan 6 bulan sekali yakni pada bulan Mei (puncak musim kering) dan bulan November (puncak musim basah). Khusus untuk inspeksi visual, pelaksanaan tidak hanya dilakukan pada Bendungan Ir. H. Djuanda, tetapi juga pada Bendungan Kamojing dan Bendungan Cipancuh.

Pemantauan bendungan memerlukan orang-orang yang berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya, mengingat pekerjaan pemantauan memerlukan ketelitian, ketekunan, ketrampilan, ketabahan (yang diukur itu-itu aja!!!) dan yang tidak kalah penting adalah keberanian. Kenapa keberanian diperlukan? Karena beberapa alat ukur berada pada lokasi yang sulit dan berbahaya. Disamping itu kerjasama tim merupakan syarat mutlak bagi keberhasilan pemantauan.

Hasil pemantauan kemudian dianalisis dan dievaluasi, dan dibuatkan laporan berupa laporan triwulan, tahunan, inspeksi visual dan laporan insidentil bila terjadi hal-hal yang perlu diwaspadai seperti gempa. Laporan tersebut disampaikan kepada Direksi PJT II untuk kemudian diteruskan kepada Kepala Balai Bendungan Departemen  Pekerjaan Umum.

Seberapa penting pemantauan Bendungan Ir. H. Djuanda? Bendungan Ir. H. Djuanda memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat karena memberikan pasok air bagi air baku air minum, industri dan penggelontoran kota, pengendalian banjir, dan pasok energi listrik ke sistem Jawa Bali. Perlu diketahui bahwa sebagian besar pendapatan PJT II di bangkitkan dari air yang ditampung di Bendungan Ir. H. Djuanda. Namun dibalik manfaat tersebut Bendungan Ir. H. Djuanda termasuk bendungan berklasifikasi bencana tingkat tinggi. Dengan demikian keberlangsungan dan keselamatan bendungan tersebut menjadi suatu keniscayaan.

Berikut adalah foto Skuad Dam Monitoring dan Tenaga Senior.

skuad monben

Skuad Monben

tenaga senior

Tenaga Senior

2 Responses to SEKILAS TENTANG PEMANTAUAN BENDUNGAN

  1. hendra jitno says:

    salam mas Rahmat,
    mudah2an data yg terkumpul tidak cukup lengkap dan reliable shg bisa dugunakan utk mengukur performnace bendungan dan mendetesi jika ada perilaku anomali shg bisa dilakukan pencegahan dini jika ada ssuatu yg salah.
    Keep up the good work.
    Salam,
    Haje

  2. jatiluhurdam says:

    Terima kasih pa hendra jitno, mudah-mudahan kami senantiasa bekerja dengan baik mengumpulkan semua data yang diperlukan demi keselamatan dan keamanan bendungan Ir.H.Djuanda Jatiluhur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: