Bendungan Prof. Dr. Ir. WJ van Blommestein

Oleh : Andrijanto, Rahmat Sudiana

Andrijanto

Rahmat S.

Prof. Dr. Ir. W.J. van Blommestein

Siapakah Prof. Dr. Ir. Wilem Johan van Blommestein? Tentu hampir semua praktisi sumber daya air di Indonesia mengenal beliau. Beliau adalah penggagas pertama pengembangan sumber daya air di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Salah satu karya terbesar beliau dibidang pengembangan sumber daya air adalah “Een Federal Welvaartsplan voor het westelijk gedeelte van Java”. Yakni gagasan mengembangkan sumber daya air secara terpadu mulai dari Ciujung di Banten sampai ke Kali Rambut di Pekalongan, Jawa Tengah. Beliau lahir di Kota Solo tanggal 15 Mei 1905 dan meninggal pada tanggal 11 Agustus 1985. (tentang Prof. Dr. Ir. W.J. van Blommestein secara lengkap dapat dilihat pada tulisan sebelumnya).

Namun Apakah diantara kita pernah mendengar nama bendungan di atas? Mungkin tidak pernah terbayangkan oleh kita bahwa nama beliau ternyata digunakan sebagai nama salah satu bendungan terbesar di dunia.

Bendungan  Prof. Dr. Ir. W.J. van Blommestein, dikenal juga sebagai Bendungan Brokopondo – nama tempat bendungan tersebut, berada di Negara Suriname – Amerika Tengah. Lihat Peta berikut:

Peta Suriname

 

Peta Suriname

 

Waduk Prof. Dr. Ir. W.J. van Blommestein

 

 

Negara Suriname

Negara Suriname terletak di Benua Amerika, tepatnya di Amerika Tengah berbatasan dengan Negara Guyana di sebelah barat, Brasil di sebelah selatan, Guiana Perancis di sebelah timur dan Samudra Atlantik di sebelah utara. Memiliki ibukota bernama Paramaribo, Republik Suriname seperti halnya Indonesia, sama-sama bekas jajahan Negeri Belanda. Merdeka pada tahun 1975, Negara ini berpenduduk tidak banyak dan uniknya memiliki populasi suku jawa dengan prosentase sebesar kurang lebih 16%, yang dibawa Belanda pada waktu antara tahun 1890 hingga 1939. Nama sebelumnya adalah Guyana Belanda. Arti dari kata Guyana adalah dataran luas yang dialiri banyak sungai.

Bendungan Prof. Dr. Ir. W.J. van Blommestein

Bendungan ini merupakan bendungan terbesar di Suriname, dengan luas permukaan genangan maksimum 1.560 km2, bandungkan dengan luas genangan Bendungan jatiluhur yang hanya 83 km2, menjadikannya salah satu waduk terbesar di dunia. Bendungan ini dibangun melintang pada Sungai Suriname, yang pembangunannya dimulai tahun 1961 dan selesai pada tahun 1964, masih dalam penjajahan Belanda. Memiliki ketinggian maksimum 56 m dan dibangun didekat kota kecil yang bernama Brokopondo, yang digunakan sebagai nama lain bendungan. Panjang keseluruhan tubuh bendungan, termasuk dengan bendungan penutup, sepanjang 12 km, dengan luas daerah tangkapan 12.200 km2.

Bendungan ini mulai beroperasi pada tahun 1965dan karena luasnya, TMA optimal baru tercapai pada tahun 1971. Tujuan dibuatnya bendungan ini adalah untuk membangkitkan listrik yang digunakan untuk pabrik yang memproses bauksit menjadi alumina, yang kemudian digunakan juga untuk mendpaatkan aluminium murni. 75 persen dari listrik yang dihasilkan untuk pabrik tersebut, sisanya digunakan untuk listrik kota Paramaribo.

Manfaat lain dari pembangunan bendungan ini adalah untuk irigasi selama musim kering, meningkatkan pariwisata, dan meningkatkan prosuksi perikanan.

Bendungan Utama

 

Bendungan Penutup

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Waduk Prof. Dr. Ir. W.J. van Blommestein

Penutup

Memperhatikan penjelasan di atas, ternyata Prof. Dr. Ir. W.J. van Blommestein memiliki reputasi internasional yang terbukti dengan diabadikan namanya pada salah satu waduk terbesar di dunia. Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah mengapa kita tidak mengabadikan nama beliau pada bangunan-bangunan yang telah dibangun di Indonesia, minimal di wilayah Sungai Citarum? Padahal beliau telah meletakkan tonggak penting bagi pengembangan sumber daya air di wilayah sungai Citarum.

Terkait dengan hal tersebut, dan adanya rencana Perum Jasa Tirta II membangun kawasan konservasi, kami mengusulkan untuk mengabadikan nama beliau pada kawasan tersebut sebagai bukti penghargaan kita terhadap jasa-jasa yang telah beliau berikan.

2 Responses to Bendungan Prof. Dr. Ir. WJ van Blommestein

  1. rahmat says:

    mungkin rekan-rekan di DPU khususnya di dirjen SDA bisa mengabadikan nama van Blommestein pada salah satu infrastruktur yang akan dibangun, atau rekan-rekan di PJT II bisa melakukan hal yang sama….salam.

  2. luwy says:

    aslm..
    hanya saran, mungkin perlu ada nya patung atau monumen di daerah wisata jatiluhur untuk pak van blommestein..
    untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan serta diberikan cerita sejarah pada monumennya untuk pengunjung kawasan wisata jatiluhur, serta menambah estetika kawasan wisata.
    Luwy Aryadi, mhs Teknik Sipil 2008 UNJANI Cimahi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: