Inspeksi Visual

oleh: Andrijanto, Rahmat Sudiana

Andrijanto

Rahmat S.

Apakah Inspeksi Visual Bendungan?

Inspeksi visual adalah inspeksi yang dilakukan secara visual pada obyek inspeksi yang berada di permukaan tanah dan air, seperti permukaan bendungan, bangunan pelengkap, tebing tumpuan (abutmen) dan tebing waduk, peralatan hidromekanikal, instrumentasi dan lain sebagainya. PJT II, melalui Sub Divisi Bendungan dan Citarum Hulu – Divisi Bendungan, melakukan inspeksi visual dua kali dalam setahun untuk bendungan-bendungan yang ada di daerah kerjanya, yakni sekitar bulan Mei – Juni pada saat muka air waduk tinggi dan November – Desember pada saat muka air waduk rendah. Inspeksi visual yang dilakukan meliputi inspeksi Bendungan Ir. H. Djuanda di Kabupaten Purwakarta, Bendungan Kamojing (Situ Kamojing) di Kabupaten Karawang dan Bendungan Cipancuh (Waduk Cipancuh) di Kabupaten Indramayu. Lokasi masing-masing bendungan dapat dilihat pada peta yang diunduh dari Google Map, pada Gambar di bawah ini.

peta 3 waduk

Lokasi Bendungan Ir.H.Djuanda, Kamojing dan Cipancuh (Sumber : Google Map)

Apa Saja Peraturan Pendukungnya?

Inspeksi Visual merupakan kegiatan rutin yang dilakukan dalam  rangka kegiatan pemantauan (monitoring) terhadap keselamatan bendungan. Kegiatan ini mengacu kepada Peraturan Pemerintah No.37 Tahun 2010, Permen PU No. 72/PRT/1997 tentang Keamanan Bendungan, Pedoman Inspeksi dan Evaluasi Keamanan Bendungan Maret 2003 serta Dokumen Sistem Mutu (DSM) No.1/DL/PT/30.21 yang diterapkan di lingkungan Perum Jasa Tirta II tentang Pemantauan dan Pelaporan Keselamatan Bendungan. Acuan lainnya adalah Pedoman Operasional Unit Monitoring Bendungan pasal 11.3 tentang Pemeriksaan Lapangan Secara Visual.

Mengapa Dilakukan Inspeksi Visual?

Inspeksi Visual dilakukan secara periodik dan berkesinambungan guna mendapatkan data visual tentang kondisi terkini di lapangan mengenai Bendungan Ir.H.Djuanda, Kamojing dan Cipancuh dilihat dari aspek keselamatan dan segi kelaikannya. Pemeriksaan visual penting dilakukan, karena tidak semua perubahan kondisi dan perilaku bendungan dapat diperkirakan dari hasil pengukuran atau pembacaan instrumen. Pekerjaan ini menghasilkan data dan informasi bagi pihak yang berkepentingan dalam rangka pengambilan keputusan sesuai dengan kapasitas dan kewenangannya masing-masing.

Maksud pekerjaan inspeksi visual adalah untuk mengetahui sedini mungkin tentang kondisi terkini di lapangan mengenai bendungan, bangunan pelengkap dan fasilitasnya dengan tujuan apabila ditemui hal-hal yang abnormal (anomali) dan gejala-gejala lain yang dapat mengancam keselamatan bendungan maka dapat segera mungkin diambil tindakan pencegahan dan pengurangan resiko yang dapat mengancam keamanan dan keselamatan bendungan.

Apa Saja Volume Pekerjaannya?

Pekerjaan inspeksi visual terdiri dari serangkaian kegiatan pemeriksaan terhadap tubuh bendungan, bangunan pelengkap, abutmen, rim waduk dan lingkungan sekitar bendungan. Hal-hal yang diperiksa selama inspeksi visual terhadap bendungan adalah retakan, rembesan, bocoran, basahan, mata air, lubang benam, kejadian erosi buluh, erosi permukaan, gerusan, abrasi, tumbuhnya tanaman yang berlebihan, kelurusan puncak, tonjolan atau amblesan lereng atau berem, liang binatang, kemerosotan mutu riprap maupun bahan pelindung lereng lainnya dan lain sebagainya. Sedangkan untuk bangunan beton diperiksa terhadap retakan, remukan, pelarutan, bocoran, indikasi kemerosotan mutu atau reaksi kimia, dan atau kerusakan akibat erosi dan kavitasi, kekedapan sambungan konstruksi, dan lain sebagainya.

Dalam rangka mendapatkan informasi yang berkesinambungan, pengambilan foto dilakukan pada titik dan arah yang sama. Dengan demikian perkembangan ataupun perubahan yang terjadi di suatu tempat dapat dipantau secara berurutan tiap enam bulan. Namun demikian pengambilan foto juga dilakukan pada lokasi-lokasi lainnya yang dianggap penting atau adanya kejadian khusus.

Bagaimana Metodenya?

Berdasarkan metode pelaksanaannya, inspeksi dibagi menjadi 2 jenis yaitu inspeksi visual dan inspeksi bawah air. Inspeksi Visual adalah inspeksi yang dilakukan secara visual pada obyek inspeksi yang berada di permukaan tanah dan air, seperti permukaan bendungan, bangunan pelengkap, tebing tumpuan dan tebing waduk, peralatan hidromekanikal dan lain sebagainya. Pekerjaan inspeksi ini merupakan pekerjaan yang dilakukan dengan metode inspeksi visual berdasarkan Pedoman Inspeksi dan Evaluasi Keamanan Bendungan edisi Maret 2003 yang diterbitkan oleh Departemen Pekerjaan Umum.

Langkah-langkah yang dilakukan terhadap suatu temuan di lapangan pada saat inspeksi visual adalah S I M P L E yaitu :

  1. Sketch : Menggambar / Sket yang menerangkan suatu temuan di lapangan.
  2. Investigate : Menyelidiki lebih lanjut terhadap suatu temuan di lapangan.
  3. Measure : Mengukur dimensi terhadap suatu temuan di lapangan seperti retakan, longsoran, debit bocoran dan sebagainya.
  4. Photograph : Mengambil gambar/foto suatu temuan di lapangan.
  5. Locate : Menandai lokasi/tempat suatu temuan di lapangan dikaitkan dengan obyek-obyek yang mudah dikenali seperti patok geser, piezometer, Observation Well dan sebagainya.
  6. Engage : Mengikusertakan ahli atau engineer yang berpengalaman dalam inspeksi visual untuk dijadikan nara sumber dalam konsultasi setiap permasalahan yang ada. Dalam hal ini adalah tenaga senior yang ada di PJT II.

Berikut ini contoh arah pemotretan baku (namun tidak terbatas pada arah ini saja) yang dilakukan di Bendungan Utama Ir.H.Djuanda.

 

Arah pemotretan baku di Bendungan Utama Ir.H.Djuanda pada saat inspeksi visual (Sumber Gambar : Google Earth)

 

Apa Saja Alat dan Bahan Yang Biasa Digunakan?

Alat-alat serta bahan yang biasa digunakan dalam inspeksi visual di Bendungan Ir.H.Djuanda, Kamojing dan Cipancuh meliputi :

  1. Kendaraan roda empat
  2. Kamera
  3. Handy Cam
  4. Meteran 50 m dan 5 m
  5. Alat Tulis
  6. Kaos Tangan
  7. Crane dan kurungan baja sebagai sarana untuk turun ke dasar pelimpah pada saat inspeksi Hollow Jet Valve.
  8. Sabuk Keselamatan (Safe Belt) untuk inspeksi Hollowjet Valve
  9. Pelampung (Life Vest) untuk inspeksi Rim Waduk
  10. Perahu (Speed Boat) untuk inspeksi Rim Waduk
  11. Handheld GPS (Alat Penentu Posisi Global)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: