Sekilas Tentang Bendungan Jatiluhur (lanjutan)

4. Bendungan Pelana
Berjumlah 4 buah dengan tipe Homogenous Earth fill dengan penutup menggunakan batu andesit dan di beberapa tempat menggunakan chimney Drain. Elevasi puncak bendungan pelana +114,5 m.
a. Pasirgombong Barat (panjang 1.950 m, tinggi maks 19,0 m).
b. Pasirgombong Timur (400 m, 15,0 m).
c. Ciganea (330 m, 12,5 m).
d. Ubrug (550 m, 17,0 m), dilengkapi dengan pelimpah bantu.

5. Pelimpah Bantu Ubrug.
Lantai pelimpah +102 m, pintu 4 buah, lebar 12,4 m, Kapasitas pelimpah 2.000 m3/s.

Denah serta Foto Bendungan Pelana dan Pelimpah Ubrug

denah ubrug

pelimpah bantu

INSTRUMENTASI KESELAMATAN BENDUNGAN

Dalam rangka keselamatan Bendungan Ir. H. Djuanda, telah dipasang instrumen yang berfungsi untuk memantau:

1. Pergerakan
Pergerakan eksternal menggunakan peralatan topografi. Pergerakan internal menggunakan inclinometer. Pemantauan dilakukan secara bulanan.

2. Tekanan Air Pori
Pemantauan tekanan air pori menggunakan piezometer dilakukan secara tengah bulanan.

3. Rembesan/Bocoran
Pemantauan rembesan/bocoran menggunakan alat ukur V-Notch, gelas ukur dan stopwatch, dilakukan secara harian.

4. Getaran
Pemantauan getaran ini secara khusus dimaksudkan untuk mengukur getaran akibat gempa. Alat yang digunakan adalah Accelerograph berjumlah 2 buah, dipuncak dan di bawah bendungan.

5. Klimatologi dan Hidrologi
Pencatatan data klimatologi dan hidrologi dilakukan secara khusus untuk operasi waduk, namun data tersebut berguna juga untuk mendapatkan korelasi dengan data instrumen lain terkait dengan keselamatan bendungan. Peralatan yang dimiliki : AWLR, ARR, dan Evaporasi

instrumentasi

Comments are closed.

%d bloggers like this: