Wacana Research, Improvement and Development

Geodetic Monitoring System (Geomos)

Almega Geosystems

PJT II

oleh : Sie.Monitoring Bendungan PJT II dan PT.Almega Geosystems

Sistem Instrumentasi dan Pemantauan (SIP) bendungan multlak diperlukan pada bendungan besar seperti Bendungan Ir.H.Djuanda Jatiluhur, sebab disamping manfaatnya yang besar bendungan juga menyimpan potensi bahaya yang besar pula. Atas dasar itu diperlukan suatu teknologi monitoring bendungan yang modern, cepat, akurat dan efektif. Salah satu teknologi terkini dalam surface monitoring adalah Geodetic Monitoring Systems (Geomos). Geomos dirancang oleh para ahli precise monitoring yang bekerja pada perusahaan alat survey terkemuka Leica Geosystems yang bermarkas di Swizerland. Lisensi Agen tunggal di Indonesia dipegang oleh PT. Almega Geosystems. Bersama dengan Sie Monitoring Bendungan PJT II, PT. Almega Geosystems memberikan wacana baru tentang pemakaian teknologi baru dalam sistem monitoring bendungan (Surface Monitoring). Pemakaian Geodetic Monitoring Systems (Geomos) kiranya dapat dipertimbangkan sebagai langkah maju dalam sistem monitoring bendungan berbasiskan teknologi terkini yang berasaskan kecepatan, ketepatan, kehandalan dan keefektifan dengan sedikit sekali unsur kesalahan manusia (human error) dalam kegiatan pengukuran dan pemantauan bendungan.

 

Apakah Geodetic Monitoring Systems ?

Seperti diketahui bahwa tubuh bendungan akan mengalami tekanan dari efek loading air danau bendungan. Akibat gaya tekanan ini maka tubuh bendungan kemungkinan akan dapat mengalami deformasi.  Karena bendungan memiliki peranan yang cukup penting bagi kehidupan masyarakat, maka diperlukan suatu bentuk pemeliharaan dan perawatan yang memadai guna menghindari kerusakan pada bendungan tersebut.  Salah satu bentuk pemeliharaan dan perawatan tersebut salah satunya adalah dengan melakukan pemantauan deformasi pada tubuh bendungan. Pemantauan deformasi pada tubuh bendungan harus dilakukan secara berkala dan terus menerus, Pemantauan secara berkala, metoda observasi berulang serta pencatatan mengenai perilaku bendungan dengan bantuan instrumentasi atau peralatan lain, Data hasil pemantauan dapat menggambarkan perilaku suatu bendungan, sehingga gejala-gejala yang akan terjadi dapat diketahui secara dini. Pengambilan data secara berulang dan terus menerus sangat rentan terhadap kesalahan manusia (human error) hal ini dikarenakan pengambilan data dilakukan dalam jumlah banyak dan terus menerus pada lokasi yang sama. Metode pengukuran secara manual pada saat ini tidak dapat menjawab kebutuhan akan kecepatan perhitungan dan analisis hasil yang cepat. Maka dibutuhkan metode pengambilan data secara otomatis. Tujuan utama penggunaan Geomos adalah :

  • Monitoring secara online dan otomatis 24 jam, terus menerus, untuk percepatan informasi peringatan dini bila ada hal-hal yang dianggap berbahaya.
  • Mengamati pergerakan Regional, Indikasi Sesar, dll, dengan beberapa GNSS sensor 3D yang diikat ke CORS yang ada.
  • Mengamati pergerakan detail di struktur utama dengan sensor  robotic 3D,  dan dikombinasikan sensor  digital 1-2D lain yang  telah ada.
  • Dapat memberikan info dini untuk maintenance, perawatan, dengan data yang akurat  hingga menghemat biaya perawatan.
  • Meningkatkan keamanan untuk manusia, sebagai kepedulian terhadap lingkungan.
  • Mengurangi dampak akibat bencana

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

  • Konsultasi untuk desain system, disesuaikan dengan objek dan lokasi
  • Pemilihan lokasi-lokasi titik monitoring (oleh ahli)
    • Main monitoring station, reference ( stabil )
    • Titik kritikal di struktur tubuh bendungan
    • Titik kritikal di lokasi luas ( sekitar bendungan )
  • Pengadaan Hardware dan software
  • Penyiapan fasilitas pendukung: rumah alat, power supply, keamanan, prisma, pilar dll.
  • Instalasi alat ukur, alat komunikasi dan software
  • Pengaturan system, testing, setting untuk mendapatkan hasil ketelitian yang maksimal
  • Analisa: analisa data, penentuan limit, peringatan dini ( oleh ahli yang kompeten)
  • Perawatan untuk semua system: software maintenance, kalibrasi hardware, service dll

Diagram dan Skema Geomos

Basic Geodetic Monitoring Design

Site Overview 1

Site Overview 2

Geomos Diagram

 

Komponen System Monitoring:

Sensor :

Sensor Geodetic ( 3D sensor )

–     Robotic  Station  TM30

  • Pembacaan sudut hingga 0.1 detik
  • Pembacaan jarak 1 mm + 1 ppm
  • Kemampuan mengenal objek secara otomatis ATR hingga 3 km
  • Untuk pengukuran teliti objek deformasi

–     GNSS/GPS Sensor

  • Dual Frequency di titik utama ( CORS )
  • Single frequency di titik2 yang akan dimonitor.
  • Apabila ada indikasi lokasi sesar didekat lokasi perlu dipasang GNSS monitored point di lokasi tersebut.
  • Titik GPS untuk acuan Robotic Total Station
  • Untuk pemantauan pergerakan global.

Geotechnical Sensor (1D Sensor)

1 atau 2 – Dimensional Sensor

–     Akan dikontrol online/menjadi satu dengan data 3 dimensi oleh GeoMos software, melalui switch hub.

–     Sensor Digital Kedalaman air

–     Sensor digital precession inclinometer NIVEL, dipasang di tempat-tempat sensitif, misal sumur pelimpah, tubuh bendung dll.

–     Crack meter digital

–     Sensor curah hujan

–     Meteo sensor, dll

Jalur Komunikasi (Communication Link)

  • Peralatan Komunikasi Data

–     Untuk menghubungkan Komputer control ke sensor dapat digunakan penghubung berupa:

  • Fibre optic cable
  • Lan Cable, RS232 cable
  • Radio Modem, Wireless Lan

–     Untuk menghubungkan antar Site dengan kantor pusat dapat digunakan :

  • Vsat
  • Radio Modem Point to Point 2.4 Ghz
    • Jaringan Internet ( dengan Fix IP ), Phone Line (Speedy) atau GPRS/3G

Perangkat Lunak (Software)

  • Software GeoMos – Geodetic monitoring systems, dan Spider GNSS Network & QC

–     Konfigurasi dan sensor-sensor manager

–     Scheduling, penghitungan

–     Perekaman data – SQL database

–     Limit Check dan messaging

  • Software Analyzer

–     Deteksi dan verifikasi pergerakan

–     Reporting

–     Data export / import

Comments are closed.

%d bloggers like this: